Jodoh Itu Part 2

🌼 Jodoh itu 🌼
#Part2
πŸ’• Cerita singkat πŸ’•

Ada dua insan yang ingin menikah, mereka saling bertukar biodata. Dalam proses menuju pernikahannya, ada yang menjadi perantara keduanya sehingga proses mereka pun terjaga. Selang beberapa hari, mereka melanjutkan tahap demi tahap. Mulai dari berkenalan dengan calon maupun keluarga, lamaran, sampai menentukan hari H-nya, segala proses tersebut berlangsung lancar.
Namun, qadarullah kurang dari 2 bulan, 1 bulan, bahkan pas hari H-nya batal menikah. Berbagai macam alasan dan penyebab, calon mempelai pria membatalkan pernikahannya.

Cerita singkatnya seperti ini:
1) Jarak rumah antara calon mempelai wanita dan pria jauh sehingga membuat nenek calon mempelai pria itu capek. Walaupun, waktu tempuh rumah antara calon mempelai wanita dan pria jika naik kendaraan hanya 1 jam saja. Bukan 1 hari apalagi 1 minggu. Pembatalan pun hanya disampaikan dalam pesan singkat.
Padahal calon mempelai wanita sudah mempersiapkan acara pernikahannya mulai dari dekorasi pernikahan, undangan, gaun pengantin, cathering, souvenir, jajan, tiket keluarga yang jauh, dll.

2) Calon mempelai pria lebih menyukai teman kerjanya (wanita lain). Walaupun calon mempelai pria belum tahu apakah teman kerjanya akan menerima dia atau tidak, jika pria itu melamarnya. Di balik kisahnya itu, ternyata calon mempelai pria tidak melakukan istikharah dalam memilih pasangan hidupnya. Urusan hidup sepenting itu saja tidak melibatkan Allah apalagi urusan hidup yang lain. Pembatalan pun hanya disampaikan dalam pesan singkat.
Padahal calon mempelai wanita juga sudah mempersiapkan undangan, gedung, gaun pengantin, dekorasi, seragam, tiket keluarga yang jauh, dll.

3) Pas hari H, keluarga calon mempelai wanita menunggu lama si pria. Tapi, calon mempelai pria belum kunjung datang dan tidak datang. Acara hari itu pun sudah disiapkan. Mulai dari dekorasi pernikahan sampai jajan yang dibawa untuk para tamu. Semua keluarga sudah datang berkumpul dari berbagai kota. Tempat dan perjamuan buat tamu sudah siap dihidangkan. Hanya menunggu calon mempelai pria melakukan akad nikah saja. Tapi, tidak ada kabar sama sekali dari si pria. Keluarga calon mempelai wanita pun memutuskan tetap akan menjamu para undangan yang hadir. Acara yang awalnya direncanakan sebagai pernikahan berganti menjadi syukuran.

Tulisanku bersambung lagi yaa.


Popular Posts